No Smoking Please
Kemaren aku mestinya duduk manis di kereta AC yang akan membawaku pergi menuju arah tempatku bekerja. Tapi berhubung keretanya sering telat, dan aku buru-buru masuk kerja (takut terlambat juga sih), begitu ada kereta lain yang masuk karena diberhentikan di stasiun Serpong -tempatku naik- aku akhirnya melompat turun dan pindah kereta tersebut, karena kereta ini yang akan diberangkatkan terlebih dahulu dibanding kereta AC-ku tadi.
Di dalam kereta, setelah berjuang masuk ke arah lebih dalam, akhirnya aku mendapatkan posisi berdiri yang cukup leluasa. Tapi, ada tapinya nih, banyak sekali penumpang kereta yang merokok. Asapnya mengepul kesana-sini menari-nari sampe terhirup hidungku ini. Meskipun posisiku berdiri tidak jauh dari jendela, tapi rupanya tidak kuasa mengurangi sesaknya udara saat itu. Dan aku mau ga’ mau jadi korban-nya.
Dampaknya memang tidak langsung terasa. Begitu agak sore dan malam harinya, aku rasakan tenggorokanku mulai bermasalah, pedih, dan batuk-batuk terus sampai mual-mual lagi.
Bahkan sampai hari ini, meskipun pagi tadi aku sudah meneguk segelas wedang jahe batukku tidak juga berkurang.
Duh, para perokok, aku mohon kasihanilah kami yang tidak merokok ini. Mungkin bagi anda itu suatu kenikmatan, tapi bagi kami yang ada di situ itu adalah suatu kesengsaraan. Kalo mau merokok juga, please, merokoklah di tempat yang telah disediakan.
Rokok bisa dibeli, tapi sehat apa Anda bisa beli?